Minggu, 25 Maret 2012


Dzikir ke-1:

لا إلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ المُلْكُ وَلَهُ الحَمْدُ وَهُوَ على كُلّ شَيْءٍ قَدِير

Penjelasan

Imam Nawawi memberi keterangan terkait bunyi dzikir tersebut dalam bukunya Al-Adzkar. Beliau menngatakan bahwa Nabi Muhammad SAW telah bersabda : “Barangsiapa yang membaca Lâ Ilâha Illa-Lallâh Wahdahu Lâ Syarîka Lah, Lahul Mulku wa Lahul Hamdu wa Huwa `alâ Kulli sya`in Qadîr, pahala senilai membebaskan seorang budak dari keturunan Ismail, ditulis sepuluh kebaikan untuknya, diangkat derajatnya hingga sepuluh derajat, dan si pembaca terlindungi dari gangguan setan sampai ia berada di sore hari.”

Seseorang yang membaca kalimat tersebut di sore hari, maka ia pun akan dilindungi oleh Allah dari godaan setan sampai keesokan harinya. Seperti diriwayatkan oleh Ibnu Abbas bahwa Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa membacanya (membacanya dzikir tersebut) di sore hari ia mendapatkan hal yang sama (dari keutamaan membacanya) sampai tiba di pagi hari.”

Jika seseorang membacanya sebanyak tiga kali seperti dalam Ratib Al-Haddad, berlaku kelipatannya: membebaskan 3 budak, tercatat 30 kebaikan baginya, terhapus 30 kesalahannya, dan lebih mendapat perlindungan.

Terkait keutamaan pahala ‘membebaskan budak’ dari keturunan Nabi Ismail bagi siapa yang membaca kalimat itu, telah disebutkan pula dalam sebuah hadits yang bunyinya, “Barangsiapa membebaskan seorang budak dari keturunan Ismail, seakan ia telah membebaskan 12 budak dari selain keturunan beliau. Membebaskan tiga budak dari keturunan Ismail, ia mendapat pahala seperti membebaskan 36 budak dari selain keturunan Ismail, 30 kebaikan, diampuni 30 kesalahannya, dan diangkat hingga 30 derajat.”

Keutamaan berikutnya, telah disebutkan oleh Ats-Tsa`labiy dalam kitab tafsirnya, dari Ali bin Husin, ia berkata, “Dahulu ada seseorang yang berperang di jalan Allah dan ketika ia sampai di tempat asing ia membaca :

لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ

Pada suatu hari, lanjut Sayidina Ali bin Husain, orang tersebut datang ke sebuah tempat di negeri Romawi yang di dalamnya ada seseorang yang mengenakan gamis, berpakaian putih, dan menunggang kuda. Lalu orang ini kaget lantas mengangkat suaranya membaca :

لا إلهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لا شَرِيكَ لَهُ

Tiba-tiba muncul seseorang yang berpakaian putih dan menunggang kuda tadi, bertanya, “Wahai hamba Allah! Apa yang barusan engkau baca?”

“Aku membaca seperti apa yang engkau dengar.”

Kata sosok penunggang kuda ini, “Demi Jiwaku yang ada dalam genggaman kekuasaan-Nya, ‘sesungguhnya bacaan itu adalah bacaan yang Allah firmankan dalam Al-Qur`an :

مَنْ جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ خَيْرٌ مِنْهَا وَهُمْ مِنْ فَزَعٍ يَوْمَئِذٍ آَمِنُون

“Barangsiapa yang membawa kebaikan, maka ia memperoleh (balasan) yang lebih baik dari padanya, sedang mereka itu adalah orang-orang yang aman tenteram dari pada kejutan yang dahsyat pada hari itu.” (Qs. An-Naml [27] : 89).

https://www.facebook.com/FadhilahRatibAlHaddad

Tidak ada komentar: