Dzikir ke-2
سُبْحانَ اللَّهِ، والحَمْدُ لِلَّهِ، وَلاَ إِلهَ إِلاَّ اللَّهُ، وَاللَّهُ أَكْبَر
Penjelasan
Rasulullah SAW telah bersabda, “Membaca Subhânalla-Lâh Wal Hamdu LilLâh Wa Lâ Ilâha Illa-Llâh Wa-Allâhu Akbar, lebih aku sukai dari terbitnya matahari.”
Rasulullah SAW juga menjelaskan keutamaan membaca dzikir ini, dengan bersabda, “Jika kalian melewati taman-taman surga, maka mampirlah.”
Sahabat bertanya, “Apa taman surga yang dimaksud itu?”
Beliau menjawab, “Subhânalla-Lâh Wal Hamdu LilLâh Wa Lâ Ilâha Illa-Llâh Wa-Allâhu Akbar.”
Diriwayatkan pula bahwa Nabi SAW bersabda, “Di malam aku diperjalankan oleh Allah (malam Isra`-Mi`raj), aku bertemu Nabi Ibrahim, beliau berkata kepadaku, ‘Wahai Muhammad! Sampaikanlah salamku kepada umatmu. Beritahukan kepada mereka bahwa surga itu sebaik-baik tanah, airnya segar, dan tanaman di dalamnya adalah berupa kalimat Subhânalla-Lâh Wal Hamdu LilLâh Wa Lâ Ilâha Illa-Llâh Wa-Allâhu Akbar.’”
Dari sini, nabi mewartakan kepada kita bahwa, “Barangsiapa yang membacanya, maka satu pohon di surga akan ditanamkan untuknya.”
Telah dijelaskan dalam sebuah hadits bahwa Nabi SAW lewat di depan sebuah pohon yang daun-daunnya telah mengering. Dengan tongkatnya, nabi memukul Pohon tersebut hingga daun-daun pohon jatuh berguguran. Kemudian, beliau bersabda,
“Membaca “Subhânalla-Lâh Wal Hamdu LilLâh Wa Lâ Ilâha Illa-Llâh Wa-Allâhu Akbar,” akan menggugurkan dosa-dosa seorang hamba, seperti daun-daun pohon yang berguguran ini.”
Lebih dari itu, Imam Al-Baghawi dalam tafsirnya menjelaskan, dari Sa`id bin Jubair bahwa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail -`alaihimas-Salâm- ketika beliau berdua akan mengangkat tiang-tiang baitullah (ka`bah), beliau berdua membaca, ‘Subhânalla-Lâh Wal Hamdu LilLâh Wa Lâ Ilâha Illa-Llâh Wa-Allâhu Akbar.’
Begitu selesai membacanya, maka bebatuan yang besar berdiri dengan sendirinya tanpa dipikul oleh beliau berdua.
Oleh karena itu, Imam Al-Ghazali mengatakan dalam kitab Al-Arba`în Al-Ashl, bahwa dzikir ini merupakan bacaan yang paling utama dengan beberapa alasan:
Pertama, ucapan Subhânalla-Lâh, mengandung penyucian terhadap Allah dan telah menjadi sifat Allah yang sebenarnya, Mahasuci, tidak ada satu makhlukpun yang menyerupai-Nya.
Kedua, ucapan Al-Hamdu LilLâh, mengandung pengakuan seorang hamba bahwa sumber segala limpahan nikmat itu datangnya hanya dari Allah semata. Karenanya, Allah-lah satu-satunya Dzat yang paling layak dipuji, sebab Dia-lah yang memberikan semua kenikmatan yang ada di dunia ini kepada seluruh makhluk.
Ketiga, ucapan Lâ Ilâha Illa-Llâh, mengandung ungkapan tulus dari seorang hamba bahwa tidak ada satupun yang lebih berhak disembah kecuali Allah SWT.
Keempat, ucapan Allâhu Akbar, mengandung ungkapan bahwa Allah Dzat Yang Mahabesar, tidak ada yang besar kecuali Dia, bahkan selain-Nya tak lebih merupakan cahaya dari beberapa cahaya kekuasaan-Nya. Sehingga tidak akan mungkin seseorang akan mampu kebesaran Allah kecuali Allah semata.
Shohibur Ratib (pengarang ratib), Imam Abdullah bin Alwi Al-Haddad, mengatakan bahwa dzikir kedua ini merupakan salah satu dzikir yang paling utama dan paling banyak mengumpulkan kebaikan dari setiap orang yang membacanya.
Dzikir ini mengandung 40 huruf, maka jika kita membacanya sebanyak tiga kali, sebagaimana yang tertulis dalam Ratib ini, berarti ada 4200 pahala di dalamnya.
insya allah bermanfaat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar