"Ya Allah, Ampunilah dosa kami dan terimalah taubat kami, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
Penjelasan
Dalam Al-Qur`an, Allah SWT berfirman yang isinya kabar gembira bagi siapa saja yang serius memohon ampun kepada-Nya:
وَمَنْ يَعْمَلْ سُوءًا أَوْ يَظْلِمْ نَفْسَهُ ثُمَّ يَسْتَغْفِرِ اللَّهَ يَجِدِ اللَّهَ غَفُورًا رَحِيمًا
“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Qs. An-Nisâ` [04] : 110).
Firman Allah SWT yang lain :
فَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَاسْتَغْفِرْهُ إِنَّهُ كَانَ تَوَّابًا
“Maka bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu dan mohonlah ampun kepada-Nya, sesungguhnya Dia adalah Maha Penerima taubat.” (Qs. An-Nashr [110] : 03).
Imam Turmudzi dan Abu Dawud meriwayatkan hadits dari Abdullah bin Umar yang berkata, “Sebelum Rasulullah SAW berdiri dari sebuah majlis, beliau menghitung 100x dalam membaca, ‘Rabbigh-Fir lîy wa Tub `alayya, Innaka Antat-Tawwâbur-Rahîm.’”
Tidak ada satu manusia pun yang lepas dari jerat dosa dan perbuatan maksiat, sadar maupun tidak sadar. Manusia memang tempat salah salah dan dosa. Lewat membaca istighfâr sebagaimana ditulis dalam Ratib ini, Allah menjanjikan ampunan bagi setiap orang yang membacanya (istighfar).
Perbuatan dzalim kita kepada Allah, diri kita sendiri, maupun kepada orang lain, akan menemukan penggugurnya jika kita bersungguh-sungguh dalam membaca dan merenungi dzikir berisi permohonan ampun atas segala khilaf ini.
Nabi SAW pernah bercerita, ada seorang pendosa, ia belum pernah mengerjakan perbuatan baik sedikit pun. Menandakan bahwa ia mengisi umurnya dengan keburukan.
Suatu saat, ia melihat ke langit. Ia pandangi langit dengan seksama. Lalu, ia berkata, “Aku punya Tuhan. Rabbigh-Fir lîy (ampunilah aku)!”
Allah SWT berkata kepadanya, “Aku telah ampuni dirimu.”
Dalam sebuah hadits, Nabi kita yang mulia menyatakan beberapa keutamaan dalam memperbanyak membaca istighfar, diantaranya:
- Kecemasan pada diri pembacanya, akan dihilangkan diganti dengan kebahagiaan
- Kesempitan / kesulitan yang melanda hidup pembacanya, diganti dengan jalan kelapangan.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa banyak membaca istighfâr, Allah akan merubah kecemasannya menjadi kegembiraan, kesempitannya menjadi kelapangan jalan keluar, dan melimpahkan rezeki dari arah yang tidak ia sangka-sangka.”
Di zaman Bani Israil, hiduplah seorang yang bergelimang dosa. Hidupnya penuh maksiat dan perbuatan buruk lainnya. Pada suatu hari, ia berjalan dan tiba-tiba saja ia teringat dosa-dosa yang pernah dikerjakan.
“Ya Allah, ampunilah aku, ya Allah!” katanya memohon ampunan kepada Allah. Tidak lama setelah mengucapkan kata-kata itu, ia meninggal dunia. Demi mendengar permohonannya yang tulus dari hamba-Nya, Allah berkenan mengampuni sehingga semua dosa-dosa di masa hayatnya terhapus.
Jauh lebih dari itu, seorang Nabi Muhammad yang telah diampuni dosa-dosanya oleh Allah SWT, baik dosa yang telah lalu dan akan datang, tidak membuat diri beliau jumawah. Hal ini terbukti dari diri beliau sendiri yang setiap hari memohon ampun kepada Allah tidak kurang dari 70x.
Oleh karena itu, menjadi lebih pantas dan layak bagi kita untuk memperbanyak membaca istighfar yang berisi permohon ampun kepada Allah atas segala perbuatan lalai kita.
oleh Fadhilah Ratib Al-Haddad
Tidak ada komentar:
Posting Komentar