Selasa, 27 Maret 2012

DZikir ke - 3

Dzikir ke-3

سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ، سُبْحَانَ اللَّهِ العَظيم 

Penjelasan
Imâm Bukhâri meriwayatkan dalam Shahîh-nya, bahwa ada seorang sahabat datang menemui Nabi Muhammad SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah, saat ini dunia tengah menjauh dari hidupku dan aku tengah berada dalam kekurangan.”

Kemudian Rasul SAW menjawab, “Apakah kamu lupa tentang bacaan shalatnya malaikat dan tasbihnya seluruh makhluk yang dengan bacaan tersebut, mereka diberi rezeki?”

“Apa itu, wahai Rasul?”

“(Bacalah) Subhâna-Llâh wa bi Hamdih, Subhâna-Llâhil A`dzîm, beristighfarlah sebanyak 100x di waktu antara terbitnya fajar sampai kamu shalat subuh, niscaya dunia akan menghampirimu dengan penuh kemudahan dan Allah ciptakan dari setiap kata yang kamu baca seorang malaikat yang bertasbih kepada-Nya sampai hari kiamat dimana pahalanya diberikan kepadamu.”

Saat Rasûlullah SAW di ambang kemangkatannya, beliau memanggil putrinya, Fâtimah Az-Zahrâ`, lalu berkata, “Aku perintahkan engkau membaca, ‘Subhâna-Llâh wa bi Hamdih.’ Sesungguhnya ia adalah bacaan shalat semua makhluk dan dengan bacaan itu juga mereka diberi rezeki.

Dalam kitab Syarh Al-Washiyyah, disebutkan keutamaan dalam membaca Subhâna-Llâh sebagai berikut:

-          Ucapan yang paling dicintai oleh Allah
-          Ucapan yang paling utama
-          Orang yang membacanya akan dituliskan baginya 124 ribu kebaikan
-          Ucapan itu dicintai oleh Allah lebih daripada seseorang yang menginfakkan sebuah gunung emas di jalan Allah
-          Allah akan menghapus kesalahan-kesalahan orang yang membacanya, meski dosanya sebanyak buih di lautan

Aneka keutamaan yang telah dijelaskan tersebut, masih ditambah pula dalam keterangan lain yang diriwayatkan dari Abu Hurairah. Riwayat ini disampaikan oleh Imam Bukhari, Muslim, dan Turmudzi. Rasulullah SAW bersabda, “Ada 2 kata yang mudah diucapkan di lisan, 2 kata yang memiliki bobot berat dalam timbangan amal, 2 kata yang disukai di sisi Yang Mahapengasih : ‘Subhâna-Llâh wa bi Hamdih, Subhâna-Llâhil A`dzîm’

oleh Fadhilah Ratib Al-Haddad

Tidak ada komentar: