Senin, 23 April 2012
Dzikir Ke 13
“Wahai Dzat yang Maha Kuat lagi Maha Gagah, hindarkanlah kami dari kejahatan orang-orang dzalim.”
Penjelasan
Seperti halnya yang tertulis pada dzikir ke-12, dzikir berikut ini juga mengandung dua sifat Allah SWT : Maha Kuat (Qawiyyu) dan Maha Gagah (Matîn), yang dianjurkan bagi kita untuk berdoa dengan menyebut keduanya dan sifat-sifat Allah yang lain.
Sebagaimana kita berdoa kepada Allah dengan menyebut nama Allah yang pada dzikir ke-12 agar dimatikan sebagai seorang muslim, lewat dzikir ini kita berdoa kepada Allah memohon perlindungan-Nya dari kejahatan orang-orang yang berbuat aniaya.
Tidak ada kekuatan yang bisa mencegah terjadinya kerusakan yang timbul dari tangan-tangan jahil kecuali Allah. Perintah memohon perlindungan kepada Allah, disebutkan dalam Al-Quran :
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ، مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
“Katakanlah: “Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh, dari kejahatan makhluk-Nya.” (Qs. Al-Falaq [113] : 1-2). Nabi SAW juga meminta perlindungan kepada Allah. Permohonan Nabi kepada Allah berupa perlindungan dari lilitan hutang, kekerasan para penguasa, cercaan para musuh, kejahatan orang yang tidak baik, murka dan azab Allah, dan perlindungan dari keburukan manusia yang ada di antara hamba-Nya.
Kata Yâ Qawiyyu ini mengandung makna yang sangat luas. Kekuatan Allah Maha segalanya. Kekuatan yang membawa seluruh makhluk untuk bersandar dengan-Nya semata. Energi kekuatan Allah menembus segala hal. Hanya dengan Kekuatan Allah, Manusia yang lemah ini mampu menjalani hidup ini.
Kata Yâ Matîn merupakan gambaran bahwa kesempurnaan-Nya tidak pernah berhenti, keindahan-Nya tidak terbatas, kekuasaan-Nya tidak dibatasi oleh pengetahuan makhluk dan tidak bisa digambarkan oleh gambaran dalam diri seorang makhluk.
Adapun kata Ikfi Syarradz Dzâlimîn merupakan doa yang sangat bermanfaat, tidak saja bagi diri pembacanya namun juga untuk seluruh kaum muslimin. Doa ini bersifat umum, berlaku untuk siapa saja. Kandungan manfaat dalam doa ini, dapat disimpulkan sebagai berikut :
Pertama, doa ini mengandung permohonan kepada Allah agar mencukupkan kejahatan orang-orang lalim, menhindarkan diri kita dari buruknya perbuatan mereka.
Kedua, selain doa ini mengandung keselamatan bagi diri pembacanya, ia juga mengandung keselamatan bagi diri para penganiaya dan pengganggu sendiri. Imam Abdullah tidak menulis doa yang berisi kehancuran untuk mereka dengan menulis Ahlikidz Dzâlimîn (Binasakanlah para penganiaya). Ini menunjukkan bahwa Imam Abdullah mengikuti akhlak kakeknya, Rasulullah SAW, yang enggan berdoa dengan doa kehancuran orang-orang yang telah berbuat aniaya kepada beliau, justeru beliau berdoa, Allahummahdi Qaumîy Fainnahum lâ Ya`lamûn (Ya Allah, berilah petunjuk kepada kaumku, sesungguhnya mereka belum mengetahui).
Dengan membaca doa ini, tidak saja kita akan dilindungi oleh Allah dari setiap kejahatan namun sekaligus sebagai doa agar Allah menjauhkan azab dan sanksi bagi para penjahat, diberi hidayah-Nya.
Oleh karena itu, patutlah kita membaca dzikir ini ketika kita akan atau sedang dihinggapi perlakuan dzaim orang-orang jahat. Sungguh, manfaat dalam doa ini sangat pantas dikenali dan diamalkan. Rahmat Allah turun dalam bentuk perlindungan sekaligus menghindarkan orang-orang dzalim dari siksa Allah yang sungguh pedih agar mereka sadar dan bertaubat.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar