“Dengan menyebut nama Allah yang dengan nama-Nya tiada suatu pun, baik di muka bumi maupun di petala langit, dapat memberi bencana. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”
Penjelasan
Rasulullah SAW bersabda, seperti ditulis oleh Imam Nawawi dalam Al-Adzkâr : “Seorang hamba yang membaca di setiap pagi dan sore hari, ‘Bismil-Lâhil-Ladzî Lâ Yadhurru ma`as-mihi Sya`i-un Fil-Ardhi wa lâ Fis-Samâ` wahuwas-Samî`ul-A`lîm’ sebanyak tiga, maka ia tidak akan tertimpa suatu bahaya.” (HR. Abu Dawud dan Turmudzi).
Ibnu Dzafar menulis dalam bukunya yang berjudul An-Nashâih, dimana ia menukil dari kitab Hayât Al-Hayawân Al-Kubrâ bahwa Abu Darda` memiliki seorang budah wanita yang pada suatu saat membubuhkan racun dalam makanan yang dihidangkan kepada majikannya tersebut.
Anehnya, racun itu sama sekali tidak mencederai tubuh Abu Darda`. Didorong rasa penasaran, akhirnya ia berkata jujur dengan sebelumnya bertanya, “Dari jenis makhluk apa dirimu ini?”
“Aku adalah makhluk keturunan keturunan Adam, sama sepertimu.”
“Bagaimana mungkin jika kamu keturunan Adam namun kamu masih hidup, padahal aku telah meletakkan racun dalam makananmu selama 40 hari berturut-turut?”
“Tidakkah kamu tahu, bahwa orang-orang yang selalu berdzikir kepada Allah, tidak akan ditimpa kemudharatan? Aku sering berdzikir kepada Allah dengan menyebut nama-Nya yang paling Agung.”
“Apa itu?”
Abu Darda` menjawab, “Bismil-Lâhil-Ladzî Lâ Yadhurru ma`as-mihi Sya`i-un Fil-Ardhi wa lâ Fis-Samâ` wahuwas-Samî`ul-A`lîm.” Setelah menyebut amalan ini, Abu Darda` balik bertanya kepada budaknya, “Apa yang mendorongmu melakukan ini kepadaku?”
“Karena aku membenci dirimu.”
“Kalau begitu, mulai saat ini kumerdekakan dirimu karena mengharap ridha Allah dan kumaafkan apa yang telah kamu lakukan kepada diriku.”
Manfaat besar yang lain dalam membaca dzikir ini ada dalam sebuah riwayat dari sahabat Anas bin Malik bahwa seorang Baduwi datang menemui Rasulullah SAW. Kedatangannya untuk meminta obat atas penyakit yang dideritanya, dimana lambungnya tidak dapat menerima asupan makanan dan minuman. Setiap kali makan dan minum, tak lama makanan dan minuman itu keluar kembali dari lambungnya.
Begitu tersiksanya, sampai ia datang kepada nabi, minta penawar dari derita yang ia alami, “Ya Rasulullah, berdoalah untuk kesehatanku!”
Kata Rasul SAW kepadanya, “Jika kamu makan atau minum, bacalah doa : ‘Bismil-Lâhil-Ladzî Lâ Yadhurru ma`as-mihi Sya`i-un Fil-Ardhi wa lâ Fis-Samâ` wahuwas-Samî`ul-A`lîm’ penyakitnya meski ganas tidak akan melukai dirimu.”
oleh Fadhilah Ratib Al-Haddad
1 komentar:
Silahkab yang ingin berkomnetar
Posting Komentar